Lo pernah nggak sih, pagi-pagi udah siap mau pergi, bingung milih sepatu? Sneakers terlalu santai, pantofel terlalu kaku. Udah gitu, kaki lo pegel kalau pake sepatu formal terlalu lama. Akhirnya? Balik lagi ke sneakers yang itu-itu aja.
Nah, musim Semi/Panas 2026 ini, ada satu pahlawan yang bakal nyelametin lo dari kebingungan itu. Namanya loafers. Bukan loafer biasa yang lo kenal dari kakek lo. Tapi loafer modern yang dirancang buat generasi lo: yang pengen tampil rapi tapi nggak mau repot, yang pengen nyaman tapi nggak mau keliatan kampungan.
Dari rumah mode sekelas Bottega Veneta sampai high street kayak Zara, semua kompak ngeluarin loafers di koleksi mereka. Ini bukan kebetulan. Ini adalah revolusi. Dan lo harus ikut atau ketinggalan.
Kenapa Loafers? Kenapa Sekarang?
Gue jelasin pelan-pelan. Selama beberapa tahun terakhir, dunia mode terpecah jadi dua kubu. Kubu pertama: sneakers, yang ngutamain kenyamanan sampe rela tampil super santai. Kubu kedua: formal shoes, yang elegan tapi nyiksa kaki. Lo harus milih: mau nyaman tapi keliatan kayak abis nge-gym, atau mau elegan tapi kaki lo protes tiap pulang kerja.
Loafers hadir sebagai jembatan. Dia punya sol datar atau sedikit hak yang nyaman kayak sneakers. Tapi siluetnya rapi, elegan, dan sophisticated kayak sepatu formal. Dia adalah hybrid sempurna yang nyatuin dua kutub.
Di SS26, tren ini makin menguat. Desainer mulai ninggalin chunkiness sneakers dan balik ke bentuk yang lebih ramping, lebih bersih. Dan loafer adalah jawabannya. Dia versatile, bisa dipake ke kantor, ke kafe, ke dinner, bahkan ke acara semi-formal. Satu sepatu buat semua urusan.
Tiga Wajah Loafers di SS26: Dari yang Mahal sampai yang Terjangkau
Biar lo makin paham, gue breakdown tiga pendekatan berbeda dari brand yang bikin tren ini layak diperhatikan.
1. Bottega Veneta: The Intrecciato Leather Loafers
Bottega Veneta, di bawah arahan kreatif Matthieu Blazy, terus ngelanjutin tradisi mereka bikin loafers yang ikonik. Model andalan mereka adalah Intrecciato Leather Loafers—loafers dengan anyaman kulit khas Bottega.
Yang bikin beda? Siluetnya yang sedikit membulat di ujung, tapi nggak terlalu chunky. Solnya datar, nyaman banget buat dipake seharian. Dan yang paling penting, anyaman Intrecciato-nya bikin sepatu ini keliatan mahal dan sophisticated meskipun dipake sama kaos oblong dan jeans .
Di runway SS26 mereka, loafers ini dipaduin sama segala macam outfit: dari tailoring rapi sampe casual shorts. Pesannya jelas: lo bisa pake ini ke mana aja. Harganya? Di kisaran $1.100 – $1.300 (sekitar 18-21 juta rupiah) . Mahal, tapi ini investasi jangka panjang. Bottega nggak pernah main-main soal kualitas.
2. G.H. Bass & Weejuns: The Original That Never Dies
Nggak bisa bicara loafers tanpa nyebut G.H. Bass. Mereka yang pertama kali bikin loafer modern, tepatnya Weejuns, di tahun 1930-an . Dan sampai sekarang, Weejuns masih jadi rujukan.
Di SS26, mereka ngeluarin versi terbaru dengan bahan lebih ringan dan warna-warna fresh kayak taupe, navy, dan putih. Yang klasik kayak warna penny loafers cokelat tua tetap ada, tapi mereka juga kasih opsi buat yang pengen tampil lebih modern.
Keunggulan Weejuns ada di sejarah dan kualitas kulit. Mereka udah nempa ilmu puluhan tahun. Harganya juga lebih ramah, di kisaran $150 – $250 (2,5 – 4 juta rupiah) . Cocok buat lo yang pengen classic look tanpa harus merogoh kocek dalem banget.
3. Zara: The High Street Interpretation
Sekarang ke yang paling terjangkau. Zara, sebagai barometer high street fashion, selalu cepat tangkep tren. Di koleksi SS26 mereka, loafers muncul dalam berbagai varian.
Ada yang model bit loafers dengan logam di bagian depan, ada yang model tassel loafers dengan rumbai, ada juga yang model chunky loafers dengan sol tebal (tapi versi ramping, bukan super chunky kayak tren beberapa tahun lalu).
Yang menarik, Zara banyak pake bahan vegan leather dan warna-warna statement kayak merah marun atau hijau botol. Harganya? Di kisaran $60 – $90 (900 ribu – 1,4 juta rupiah) . Ini entry level buat lo yang mau coba-coba dulu sebelum invest di yang lebih mahal.
Data dan Statistik: Loafers Lagi Naik Daun Banget
Nggak percaya kalau loafers lagi tren? Cek data dari platform fashion kayak Lyst atau Tagwalk.
- Di kuartal pertama 2026, pencarian untuk “loafers” naik 135% dibanding kuartal yang sama tahun lalu.
- Di Instagram, hashtag #loaferstyle udah dipake di lebih dari 2,5 juta postingan.
- Di TikTok, video dengan tag “loafer outfit” punya total views lebih dari 800 juta.
- Brand-brand kaya G.H. Bass ngalamin kenaikan penjualan 28% di awal 2026 dibanding periode yang sama 2025 .
Angka-angka ini nunjukkin bahwa loafers bukan cuma tren sesaat. Ini adalah pergeseran selera yang nyata. Orang-orang mulai lelah sama sneakers dan mencari alternatif yang lebih dewasa tapi tetap nyaman.
3 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan Pecinta Mode (Common Mistakes)
Nah, ini penting. Banyak yang udah beli loafers, tapi malah keliatan norak atau nggak matching. Catat poin-poin ini.
- Pake Kaos Kaki Salah. Loafers itu dirancang buat dipake tanpa kaos kaki atau dengan no-show socks (kaos kaki pendek yang nggak kelihatan). Kalau lo pake kaos kaki putih polos tinggi sampe mata kaki, lo bakal keliatan kayak anak SMA abis olahraga. Kecuali lo sengaja pengen tampil preppy banget—itu pun kaos kakinya harus model tertentu, biasanya warna solid dan bahan tipis. Aturan umum: makin formal loafers-nya, makin nggak boleh kelihatan kaos kakinya.
- Salah Pilih Model buat Bentuk Kaki. Nggak semua loafers cocok buat semua orang. Kalau lo punya kaki lebar, hindari model yang ujungnya lancip banget. Pilih yang ujungnya agak membulat (seperti model Bottega atau Weejuns klasik). Kalau lo punya kaki kurus, hindari model yang terlalu bulky. Pilih yang siluetnya ramping. Coba dulu di toko sebelum beli online. Jangan cuma tergoda sama foto.
- Terlalu Santai atau Terlalu Formal. Loafers itu serba bisa, tapi tetep ada batasnya. Jangan pake loafers kulit mengilap buat ke pantai, dan jangan pake loafers suede lusuh buat meeting penting. Cocokin material dan warna dengan acara. Loafers kulit hitam bisa buat kantor. Loafers suede cokelat bisa buat hangout. Loafers warna-warni bisa buat liburan. Pinter-pinter milih.
Tips Praktis Buat Lo yang Mau Mulai (Actionable Tips)
Oke, lo udah convinced. Sekarang gimana cara beli dan mix & match loafers biar makin kece?
- Mulai dari Warna Netral. Kalau lo baru pertama kali beli loafers, pilih warna yang gampang dipaduin: hitam, cokelat, navy, atau taupe. Ini bakal jadi workhorse di lemari lo. Bisa dipake sama celana bahan, jeans, bahkan shorts.
- Perhatikan Bahan. Kulit asli lebih awet dan lama-lama makin cantik (patina). Tapi butuh perawatan. Suede lebih casual dan soft, tapi gampang kotor. Vegan leather lebih murah dan nggak perlu perawatan ribet, tapi biasanya nggak seatas kulit asli. Pilih sesuai kebutuhan dan budget.
- Coba Padu Padan. Lo bisa pake loafers dengan:
- Celana chino + kemeja putih: Look klasik yang nggak pernah salah.
- Jeans + sweater: Look casual tapi tetap rapi. Gulung sedikit ujung celana biar loafers-nya keliatan.
- Shorts + kaus oblong: Look liburan yang santai tapi stylish. Pastikan shorts-nya nggak terlalu pendek.
- Blazer + celana bahan: Look semi-formal yang cocok buat dinner atau acara kantor yang nggak terlalu kaku.
- Invest di Satu yang Berkualitas. Daripada beli 3 loafers murahan yang cepet rusak, mending beli satu yang bagus dan awet. Loafers dari G.H. Bass misalnya, bisa lo pake 5-10 tahun kalau dirawat dengan baik. Itu lebih murah daripada beli baru tiap tahun.
- Rawat dengan Baik. Beli shoe tree (cetakan sepatu) biar bentuknya tetap bagus. Semir teratur (untuk kulit). Gunakan pelindung (untuk suede). Jangan pake tiap hari biar ada waktu “istirahat”. Sepatu yang dirawat akan menemani lo lebih lama.
Jadi, Loafers Mana yang Cocok buat Lo?
Pertanyaan terakhir: lo harus beli yang mana?
Kalau budget lo longgar dan lo pengen investasi jangka panjang, Bottega Veneta atau G.H. Bass adalah pilihan tepat. Lo dapat kualitas, sejarah, dan desain yang nggak bakal ketinggalan jaman.
Kalau lo pengen yang lebih terjangkau tapi tetap stylish, Zara atau Massimo Dutti bisa jadi pilihan. Mereka ngikutin tren dengan cepat, jadi lo bisa dapet model terbaru dengan harga bersahabat.
Yang penting, inget bahwa loafers di SS26 ini bukan sekadar alas kaki. Dia adalah senjata rahasia wardrobe lo. Dengan satu sepatu, lo bisa menaklukkan berbagai situasi: dari rapat pagi, lunch sama teman, sampe dinner malam. Nyaman, elegan, dan praktis.
Gue sih udah punya dua pasang di keranjang belanja. Lo gimana? Udah siap jadi bagian dari revolusi loafers 2026?


